Minggu, 24 Januari 2016

Cheese Garden

23 Agustus 2015

Hai… kali ini aku mau berbagi pengalaman ketika liburan ke Tokyo. Salah satu tempat yang aku dan sahabatku kunjungi adalah Tokyo Skytree. Sayangnya, kita tidak mencoba naik ke puncak Skytree karena antrian yang ramenya minta ampun. Alhasil kita menghabiskan waktu kita jalan-jalan di lantai dasarnya saja. Tapi tidak apa-apa, karena banyak juga toko-toko yang menarik untuk dikunjungi, dan aku menemukan dua tempat yang membuat aku bahagia!!! Hehe


Yang pertama adalah GHIBLI STORE. Yup, toko ini menjual barang-barang Ghibli yang tentunya jarang ditemukan. Sekedar info, Ghibli adalah nama salah satu studio animasi Jepang yang didirikan oleh Miyazaki Hayao. Pernah nonton Spirited Away atau Totoro? Nah, itu adalah film-film produksi Studio Ghibli. Banyak film produksi Studio Ghibli yang mendapat penghargaan kelas dunia. Walaupun secara umum konten film-film Ghibli ditujukan untuk anak-anak, namun tidak sedikit remaja dan orang dewasa yang menjadi penggemar film-film Ghibli. Singkatnya sih, Ghibli itu seperti “Disney” nya Jepang. Tadinya salah satu tempat yang aku incar saat liburan ke Tokyo adalah Museum Ghibli, namun sayangnya aku selalu kehabisan tiket ketika mau booking. Ehh, ga disangka ternyata ada toko Ghibli di Skytree!!! Yaah, ga dapet museumnya, tokonya pun jadi hehe.






Tempat kedua adalah CHEESE GARDEN. Yeah!! Begitu liat namanya, langsung tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba makan disini. Padahal aku dan kedua sahabatku baru saja makan siang, tapi mereka tetap bersedia menemaniku yang ga bisa nahan godaan keju ini, makanya mereka hanya membeli minuman dan ice cream. Gomen ne futari tomo! Aku memesan menu andalan Cheese Garden ini (sayang lupa namanya), tapi yang jelas kejunyaaa berlimpah… yummm!! Wah ga nyesel deh!! Menu ini terdiri dari roti yang dibentuk sebagai wadah dan didalamnya diisi dengan krim keju ditambah dengan kentang goreng. Makanan ini lumayan padat dan mengenyangkan loh. Mereka sampai heran kenapa aku bisa makan keju sebanyak itu hahaha. Sekian cerita keju dari Skytree ~





Sabtu, 16 Januari 2016

Butter Chicken with Cheese Nan

Selasa, 24 Maret 2015 


Aku diajak dua sahabatku makan siang di sebuah restoran India di dekat tempat tinggal kami di Wakayama, Jepang. Ini pertama kalinya aku makan di restoran yang menghidangkan masakan India. Owner dan staff restoran ini semuanya orang India asli. Bahasa jepang mereka dapat kami mengerti meskipun logat bahasa ibu mereka masih terdengar kental ^^

Dekorasi restoran ini juga cukup unik dengan nuansa India. Suasana restoran saat itu dapat dikatakan sepi karena hanya kami bertiga yang sedang makan disitu. Mungkin karena kami datang pada saat shift siang sudah hampir selesai. Walaupun sedikit canggung, namun staff restoran ini melayani kami dengan sangat ramah dan bersahabat. Kamipun juga dapat menikmati waktu makan siang dengan santai karena suasana yang sangat tenang.

Nah, ini dia menu favoritku, Butter Chicken with Cheese Nan!! Kari ayam khas India yang rasanya manis dipadukan dengan roti keju khas India yang gurih, waaah nikmat sekali!!!! Jangan lupa salad-nya yang segar agar tubuh tetap mendapat nutrisi. Walaupun baru pertama kali mencoba menu ini, aku langsung jatuh cinta sama rasanya… Hmmm bahkan sampai sekarang aku masih bisa mengingat rasanya saking jarangnya bisa makan makanan ini hehe.

AFTER STORY

Sebelum pulang ke Indonesia, aku sempat datang ke restoran ini untuk kedua kalinya, namun kali ini aku sendirian. Aku pun memesan menu yang sama, dan rasanya masih tetap nikmat. Saat akan membayar, kebetulan sang owner yang ada di kasir, lalu kami sempat berbincang sebentar. Sang owner bertanya tentang rasa masakannya, apakah cocok di lidahku, dsb. Dia tahu bahwa aku adalah ryuugakusei (Pelajar dari luar negri), dan waktu aku bilang bahwa aku datang dari Indonesia, ternyata dia kenal dengan salah satu Senpai (senior) ku yang  tahun lalu belajar di Wakayama juga, ternyata Senpai dan teman-temannya sering makan di restoran itu juga toh. Aku bilang bahwa aku sangat suka masakannya, namun sayangnya tinggal beberapa hari lagi aku akan pulang ke Indonesia. Mendengar itu, tiba-tiba sang owner membuka laci di meja kasirnya lalu memberikan aku liontin berbentuk salah satu dewa agama Hindu. Katanya sebagai kenang-kenangan. Wah, aku sedikit terharu. Padahal baru ngobrol sebentar, tapi dikasih kenang-kenangan. Aku menerimanya dengan senang hati. Yah, mungkin karena kita sesama gaikokujin (orang asing) di Jepang, jadi sedikit ada perasaan senasib? Hahaha yang pasti aku tidak akan lupa pada owner dan staff restoran yang sangat ramah dan bersahabat itu. Dan yang pasti, aku tidak akan melupakan Butter Chicken with Cheese Nan yang lezat itu!!! 

Tomodachi no Tezukuri Chiizu Harumaki

Sabtu, 22 November 2014



Sebulan pertama berada di Jepang, aku dan teman-teman sesama ryuugakusei (pelajar dari luar negri) dari Indonesia banyak mencoba hal baru (tentu saja kita sangat bersemangat karena baru memulai hidup di lingkungan yang baru). Nah, salah satu teman satu apato, Lieny, lagi semangat banget ingin mencoba membuat Chiizu Harumaki. Alasannya karena Lien baru mempelajari cara membuat makanan ini di restoran tempat dia baito (part time), dan dia pengen banget makan chiizu harumaki itu, tapi karena harganya lumayan menguras kantong kalau beli di restoran, akhirnya dia berinisiatif membuatnya sendiri dengan modal resep yang sempat ia pelajari di tempat baito-nya. Lien juga pengen banget membuat chiizu harumaki di hari thanksgiving dan membagikannya, katanya sebagai ucapan terima kasih untuk para sahabatnya (salah satunya aku :p). Aku sih sangat mendukung (banget!), soalnya makanan ini mengandung KEJU, 100% ouen suru yo!! Hahaha. Aku sempat menemani Lien membeli bahan di supermarket, diantaranya lembaran keju, sosis, dan kulit harumaki.

Hari Sabtu, jadilah Lien melakukan eksperimen pertamanya. Daaan tadaaa ~ jadi juga chiizu harumaki-nya. Aku tidak sempat melihat proses pembuatannya karena sedang baito saat itu. Begitu pulang baitochiizu harumaki sudah jadi dan aku langsung disuguhkan makanan yang terlihat lezat ini. Walaupun penampilannya belum sempurna karena baru pertama kali bikin, tapi buatan Lien dijamin rasanya ga kalah dengan yang di restoran! Rasa gurihnya pas dan renyah, tidak terlalu lembek ataupun terlalu keras. Aku sangat bahagia bisa menyantap chiizu harumaki buatan sahabatku ini. Kemudian di hari thanksgiving (5 hari kemudian), sesuai janjinya Lien membuat kembali chiizu harumaki dan aku dapat menikmati makanan lezat ini untuk kedua kalinya. Sonna ni zeitaku na mono ja nai kamoshiremasen ga, watashi ni totte ichiban oishii harumaki desu! Walaupun tidak semewah makanan di restoran, tapi bagiku ini adalah harumaki yang paling enak. Arigatou Lien ~