Kamis, 04 Februari 2016

Prata Keju

30 Desember 2015 

Hari ini aku dan papa mama pergi ke Mal Kasablanka. Liburan kali ini aku memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan papa mama, karena jika sudah masuk kuliah pasti waktu dengan papa mama akan sangat sedikit. Apalagi nanti kalau sudah kerja yah hehe. Kami bertiga makan siang, jalan-jalan, kemudian nonton film Yip Man 3. Sebenarnya aku kurang tertarik nonton film ini, karena terkesan membosankan, tapi karena ini film favorit papa, jadi aku ikut saja. Papa memang suka film-film yang berbau sejarah kerajaan China atau film action (China maupun Barat). Kalau aku sebenarnya lebih suka film kartun seperti Disney, film yang menginspirasi (misalnya based on true story), slice of life, film fantasi, atau film detektif yang bikin penasaran, dan kadang film horor. Kalaupun film action aku lebih suka film-film yang diperankan oleh Jackie Chan. Dan sayangnya, di bioskop Indonesia jarang ada film Jepang, kalaupun ada mungkin hanya di bioskop tertentu.  Makanya aku lebih sering nonton film Jepang di rumah dibandingkan di bioskop.

Kembali ke topik, jadi setelah nonton, kita bertiga makan malam di foodcourt. Di tengah kebingungan mau makan apa karena banyak sekali pilihan makanan disana, aku menemukan salah satu counter makanan India. Wah, jadi ingat restoran India yang di Jepang. Akhirnya aku memutuskan ingin pesan menu favoritku, Butter Chicken Kari, tapi sayangnya menu itu sedang kosong saat itu. Akhirnya aku memesan Prata Keju. Ini juga salah satu jenis roti India. Bedanya dengan Nan adalah roti Prata lebih tipis dan garing. Aku juga tertarik dengan bentuknya yang unik, makanya aku memesan Prata Keju ini. 


Tapi, saking tidak biasanya bentuk dari Prata Keju ini, aku sukses menjadi pusat perhatian orang-orang di foodcourt ketika membawa roti ini sampai ke meja tempat aku dan papa mama makan. Sepertinya semua mata memandang ke arahku diliputi rasa penasaran, bahkan terdengar suara-suara “wow”, “wuih, apaan tuh?” dan semacamnya. Ya ampun, segitu jarangnya kah orang yang memesan roti Prata. Aku jadi agak gugup, tapi karena roti Prata ini tinggi sekali, jadi aku harus hati-hati membawanya. Malu banget kan kalau aku menjatuhkan makanan ketika lagi diliatin banyak orang seperti itu. Mana jarak sampai ke meja cukup jauh pula, aduh rasanya ingin cepat-cepat sampai ke meja!!


Lesson learned: lain kali kalau pesan makanan di foodcourt, sebaiknya jangan pesan makanan yang mencolok atau menarik perhatian banyak orang. 

Chicken Gordon Blue

22 Desember 2015 

Hari ibu. Sebenarnya hari ini ga ada rencana sama sekali buat pergi ke Cimory, tapi pagi-pagi mama tiba-tiba kebelet banget pengen makan disini. Mama emang udah lama pengen ke Bandung atau Puncak, mungkin karena sudah penat dengan keseharian, jadi ingin melepas stress dengan pergi ke luar Jakarta. Sebenarnya dulu papa sempat menuruti keinginan mama pergi ke Bandung, tapi karena macet parah akhirnya cuma sampe bogor, makan sore, terus pulang lagi deh. Cuma cape dijalan jadinya. Aku pikir sejak itu papa sudah kapok pergi pulang hari ke puncak hanya untuk makan, tapi ternyata kali ini papa bersedia juga mengabulkan permintaan mama, mungkin karena hari ini juga bertepatan dengan hari ibu.

Sebenarnya awalnya aku juga agak malas menghabiskan waktu pergi ke puncak hanya untuk makan (mending kalau sekalian liburan atau nginep gitu yah, jauh-jauh cuma buat makan pulang hari….ya ampuun). Terlebih lagi masih banyak hal penting lain yang harus  aku kerjakan dibandingkan menghabiskan waktu hanya untuk pergi makan. Tapi toh aku tetap ikut hehe. Untungnya hari ini jalanan cukup lancar dan kita bertiga sampai di tempat tujuan tanpa harus bermacet-macet ria. Ternyata udara di puncak memang beda yah dengan Jakarta. Menu makanan di Cimory ternyata cukup bervariasi, ada masakan ala Indonesia dan Barat. Aku pesan Chicken Gordon Blue, makanan yang sebenarnya sudah ga asing lagi buatku, tapi udah lumayan lama juga ga makan ini. Dilengkapi dengan ronde susu hangat… wah mantab susunya! 

 

Setelah makan, kami sempat berjalan-jalan dan foto-foto disana. Ternyata ga salah mengikuti keinginan mama, memang suasana disana dapat mengubah suasana hati jadi lebih tenang. Sejenak aku bisa relax dan melupakan kesibukanku, juga bisa menikmati waktu bersama papa mama dengan santai walaupun hanya sekedar makan bersama (maklum anak kosan, pulang ke rumah cuma pas weekend dan liburan hehe). Mama juga terlihat senang karena akhirnya kesampaian juga pergi ke Cimory. Momen bersama kerluarga mungkin hal yang tidak mudah didapat di dunia yang serba sibuk ini, makanya jangan sampai kita melewatkan momen-momen itu dengan penyesalan yah! 


Next Target: Chizu Nabe

Konbanwa minasan!! Ada yang pernah nonton dorama Love Shuffle? Kalau pernah nonton pasti tau aktor Jepang yang satu ini, DAIGO. Selain pemain film, Daigo juga merupakan vocalist Band BREAKERZ, penulis lagu, dan Seiyuu loh!! Wah multitalent sekali pria ini. Anyway, bukan Daigo yang akan aku bahas disini, tapi aku akan bahas tentang salah satu acara kuliner Jepang dimana Daigo yang menjadi bintang tamunya, dan saat itu ia mengunjungi beberapa restoran yang menyajikan menu-menu yang mengandung keju yang unik!! Dan salah satunya adalah restoran Meksiko yang ada di Shinbashi.

Menu yang dicoba oleh Daigo di restoran Meksiko ini adalah Cheese Nabe. Arti kata “Nabe” sebenarnya adalah panci yang untuk memasak, namun dalam istilah makanan, Nabe dapat diartikan jenis masakan Jepang yang dimasak dan dihidangkan di dalam panci besar, contohnya adalah shabu-shabu. Jadi, kebanyakan Nabe adalah masakan berkuah dan lebih nikmat jika dimakan dalam keadaan panas. Nah, kebayang ga kalau Nabe keju jadinya seperti apa? Yuk langsung liat aja video yang satu ini. 

sumber: Youtube

Target berikutnya jika aku berkesempatan pergi ke Jepang lagi, aku harus mampir ke restoran ini dan mencoba menu Chizu Nabe ini. YES! 

Senin, 01 Februari 2016

Tanjoubi no Ogori

Minggu, 26 Juli 2015

Melanjutkan cerita di post sebelumnya, aku dan Chiya berhasil menyembunyikan kue ultah yang sudah kami beli kemarin di kulkas. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku Lien. Rencana kami hari ini yaitu pergi karaoke paginya, lalu sore hari kami akan makan di restoran tempat Lien baito untuk merayakan ulang tahun Lien yang ke-20. Tentunya Lien tidak tahu kue dan hadiah ulang tahun yang sudah kami siapkan hihihi. Maka dari itu, aku pura-pura masih ngantuk dan bilang bahwa aku akan nyusul karaoke nanti, padahal itu hanya alasan agar aku bisa bawa kue ulang tahunnya tanpa ketahuan dan merayakannya bersama di tempat karaoke. Akhirnya setelah mereka pergi, aku mulai siap-siap dan menyusul mereka sekitar satu jam kemudian. Begitu sampai aku langsung kirim message ke Chiya dan memberi kode agar dia keluar membantu menyiapkan kue di ruangan sebelahnya (kebetulan ruangan itu sedang kosong). Tapi sayangnya, ternyata bentuk kuenya sudah agak berantakan dan agak meleleh, mungkin karena cuaca panas dan guncangan di sepeda. Yah tapi apa boleh buat, akhirnya setelah lilin sudah kami nyalakan, step berikutnya adalah kami sudah mengatur agar Chiya balik dulu ke ruang karaoke, memesan lagu Happy Birthday, lalu ketika lagunya mulai aku akan masuk dengan kuenya, dan SURPRISE!! Happy birthday to you… Happy birthday to you…. (begitu seharusnya)

Tapi, saat aku sudah stand by di depan pintu, Lien tiba-tiba keluar dari ruangan padahal lagunya belum mulai… dan aku sempet salah tingkah sesaat dan suasana jadi agak “krik” alias surprise-nya gagal hahaha. Akhirnya kami langsung bablas saja menyanyikan lagu Happy Birthday, tiup lilin, dan foto bersama. Yah, walaupun surprise-nya gagal dan kuenya agak ga berbentuk, tapi Lien tetap senang kok hehehe. Hatachi ni natte omedetou Lien!!


Setelah selesai karaoke, sesuai rencana kami ke Gekkujin, restoran Jepang tempat Lien baito yang kebetulan lokasinya dekat dengan tempat karaoke. Kami ditraktir Lien makan malam disana, dan salah satu menu yang dipesan Lien adalah Pizza ala Gekkujin. Salah satu alasan Lien pesan itu adalah karena dia tau sahabatnya yang satu ini gemar makanan yang mengandung keju hehehe. Arigatou Lien, oishikatta!! 


Ngomong-ngomong soal traktir, waktu aku ulang tahun, aku juga sempat mentraktir kedua sahabatku itu di restoran tempat aku baito, lalu ketika akan membayar, Tenchou (kepala restoran) heran kenapa aku yang bayar, bukan teman-temanku. Ternyata kebiasaan di Jepang bertolak belakang dengan Indonesia. Di Indonesia, biasanya kita akan mentraktir teman kita saat kita ulang tahun, tapi di Jepang, ternyata orang yang berulang tahun hanya akan menerima pemberian-pemberian dari keluarga atau kerabatnya di hari itu, dengan kata lain justru ia yang ditraktir oleh sahabatnya. Istilahnya, orang yang ulang tahun tidak mengeluarkan uang sepeserpun di hari ulang tahunnya, tinggal terima beres. Naruhodo…. Ternyata kebiasaan orang Indonesia dan orang Jepang dalam hal mentraktir saat ulang tahun itu berbeda juga yah. 

Cheese Gyuudon

Sabtu, 25 Juli 2015

Besok hari ulang tahun salah satu sahabatku, yaitu Lieny. Hari ini, aku sudah janjian dengan Chiya setelah pulang baito untuk mencari kue untuk surprise ulang tahun Lien besok. Awalnya kami ingin beli di toko kue dekat tempat baito-ku, tapi ternyata ukuran kuenya kecil dan design-nya juga biasa saja, jadinya kami mencoba mencari ke tempat lain. Kami mulai berkeliling-keliling, keluar masuk beberapa depato sambil mencari toko kue, tapi ternyata cukup sulit menemukan toko kue yang buka di hari Sabtu. Karena ga ketemu juga, akhirnya kami searching lewat internet toko-toko kue yang ada di Wakayama dan kami menemukan satu toko kue yang rating-nya cukup bagus. Jarak sampai ke toko kue itu pun sangat dekat, hanya 3 menit naik sepeda dari lokasi kami saat itu (menurut google map). Akirnya kami mencoba pergi kesana denga panduan GPS. Kami sempat salah jalan karena salah melihat arah, bukannya menuju ke arah toko kuenya, malah menjauh dari situ. Untuk sebelum semakin jauh, kami sadar dan putar arah. Tapi, begitu di tengah jalan, aku mulai curiga. Kok, arahnya sama seperti arah ke tempat baito-ku yah…. Akhirnya aku memastikan lokasinya lagi dari GPS, dan benar saja, toko kue yang kita tuju sekarang ternyata adalah toko kue yang pertama kali kita datangi tadi!!! Ya ampuuun kok kita bisa ga sadar yah. Kan jadinya buang-buang waktu dan energi… Tapi bukannya kesal, kami malah menertawakan kebodohan kami hahahaha.

Akhirnya kami searching lagi, dan kali ini kami menemukan toko kue yang rating-nya juga bagus dan design kuenya sepertinya lucu-lucu, namun yang ini lokasinya cukup jauh, sekitar 30 menit naik sepeda menurut Google Map. Akhirnya kami pergi ke sana mengikuti arah GPS, melewati jembatan, jalan menanjak, dan hampir nyasar ketika melewati jalanan yang cukup sepi karena kami tidak mengenal daerah itu. Tapi akhirnya kami sampai juga ke tempat tujuan. Ternyata pilihan kami tidak salah, design kue ulang tahun yang dijual disana memang lucu-lucu dan bisa langsung pesan jadi hari itu juga. Kami merasa usaha kami menempuh perjalanan yang cukup melelahkan itu tidak sia-sia.

gambar ilustrasi kue ulang tahun untuk Lien 
(jenis dan design kuenya sama, hanya saja waktu itu kami tidak foto yang asli)

Setelah membeli kue, kami mampir ke Sukiya, salah satu restoran Donburi yang ada di dekat situ karena perut sudah lapar. Aku memesan “Cheese Gyuudon”, nasi dengan lauk daging sapi ditabur dengan keju. Tidak hanya satu jenis keju, tapi 3 jenis keju dipadu jadi satu, dan ketika dicampur kejunya setengah meleleh karena tercampur panas dari daging sapinya. Oishikatta ~



Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Langit sudah gelap. Seharusnya Lien sedang baito sekarang. Kami harus pulang duluan sebelum Lien agar kami bisa menyembunyikan kuenya di kulkas tanpa ketahuan Lien. Aku meletakkan kue Lien di keranjang sepeda, kemudian kami jalan pulang dengan panduan GPS lagi. Nah, ternyata terjadi hal yang cukup mengejutkan saat jalan pulang. Karena sudah gelap dan lampu sepedaku agak redup, jalanan tidak terlihat jelas, dan aku tidak menyadari bahwa di depan ada selokan yang cukup lebar dan dalam dan aku hampir masuk ke selokan itu. Tapi entah kenapa aku masih sempat menghindar ke kanan secara reflek dan selamat dari selokan itu. Aku sempat syok karena semua terjadi begitu cepat, tapi aku langsung memperingati Chiya yang ada di belakang agar berhati-hati dan jangan jalan di sisi kiri. Kalau diingat-ingat lagi, seandainya 2 detik saja aku terlambat menghindar, mungkin kami tidak jadi membuat surprise ulang tahun Lien karena kuenya rusak dan aku mungkin akan berakhir di rumah sakit. Abunakatta wa ~

Percaya ga percaya, entah kenapa aku merasa seperti “dilindungi” saat itu. Yah, apapun itu aku bersyukur karena aku dan Chiya bisa pulang dengan selamat. Cerita akan berlanjut di post berikutnya… check it out!

Minggu, 24 Januari 2016

Cheese Garden

23 Agustus 2015

Hai… kali ini aku mau berbagi pengalaman ketika liburan ke Tokyo. Salah satu tempat yang aku dan sahabatku kunjungi adalah Tokyo Skytree. Sayangnya, kita tidak mencoba naik ke puncak Skytree karena antrian yang ramenya minta ampun. Alhasil kita menghabiskan waktu kita jalan-jalan di lantai dasarnya saja. Tapi tidak apa-apa, karena banyak juga toko-toko yang menarik untuk dikunjungi, dan aku menemukan dua tempat yang membuat aku bahagia!!! Hehe


Yang pertama adalah GHIBLI STORE. Yup, toko ini menjual barang-barang Ghibli yang tentunya jarang ditemukan. Sekedar info, Ghibli adalah nama salah satu studio animasi Jepang yang didirikan oleh Miyazaki Hayao. Pernah nonton Spirited Away atau Totoro? Nah, itu adalah film-film produksi Studio Ghibli. Banyak film produksi Studio Ghibli yang mendapat penghargaan kelas dunia. Walaupun secara umum konten film-film Ghibli ditujukan untuk anak-anak, namun tidak sedikit remaja dan orang dewasa yang menjadi penggemar film-film Ghibli. Singkatnya sih, Ghibli itu seperti “Disney” nya Jepang. Tadinya salah satu tempat yang aku incar saat liburan ke Tokyo adalah Museum Ghibli, namun sayangnya aku selalu kehabisan tiket ketika mau booking. Ehh, ga disangka ternyata ada toko Ghibli di Skytree!!! Yaah, ga dapet museumnya, tokonya pun jadi hehe.






Tempat kedua adalah CHEESE GARDEN. Yeah!! Begitu liat namanya, langsung tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba makan disini. Padahal aku dan kedua sahabatku baru saja makan siang, tapi mereka tetap bersedia menemaniku yang ga bisa nahan godaan keju ini, makanya mereka hanya membeli minuman dan ice cream. Gomen ne futari tomo! Aku memesan menu andalan Cheese Garden ini (sayang lupa namanya), tapi yang jelas kejunyaaa berlimpah… yummm!! Wah ga nyesel deh!! Menu ini terdiri dari roti yang dibentuk sebagai wadah dan didalamnya diisi dengan krim keju ditambah dengan kentang goreng. Makanan ini lumayan padat dan mengenyangkan loh. Mereka sampai heran kenapa aku bisa makan keju sebanyak itu hahaha. Sekian cerita keju dari Skytree ~





Sabtu, 16 Januari 2016

Butter Chicken with Cheese Nan

Selasa, 24 Maret 2015 


Aku diajak dua sahabatku makan siang di sebuah restoran India di dekat tempat tinggal kami di Wakayama, Jepang. Ini pertama kalinya aku makan di restoran yang menghidangkan masakan India. Owner dan staff restoran ini semuanya orang India asli. Bahasa jepang mereka dapat kami mengerti meskipun logat bahasa ibu mereka masih terdengar kental ^^

Dekorasi restoran ini juga cukup unik dengan nuansa India. Suasana restoran saat itu dapat dikatakan sepi karena hanya kami bertiga yang sedang makan disitu. Mungkin karena kami datang pada saat shift siang sudah hampir selesai. Walaupun sedikit canggung, namun staff restoran ini melayani kami dengan sangat ramah dan bersahabat. Kamipun juga dapat menikmati waktu makan siang dengan santai karena suasana yang sangat tenang.

Nah, ini dia menu favoritku, Butter Chicken with Cheese Nan!! Kari ayam khas India yang rasanya manis dipadukan dengan roti keju khas India yang gurih, waaah nikmat sekali!!!! Jangan lupa salad-nya yang segar agar tubuh tetap mendapat nutrisi. Walaupun baru pertama kali mencoba menu ini, aku langsung jatuh cinta sama rasanya… Hmmm bahkan sampai sekarang aku masih bisa mengingat rasanya saking jarangnya bisa makan makanan ini hehe.

AFTER STORY

Sebelum pulang ke Indonesia, aku sempat datang ke restoran ini untuk kedua kalinya, namun kali ini aku sendirian. Aku pun memesan menu yang sama, dan rasanya masih tetap nikmat. Saat akan membayar, kebetulan sang owner yang ada di kasir, lalu kami sempat berbincang sebentar. Sang owner bertanya tentang rasa masakannya, apakah cocok di lidahku, dsb. Dia tahu bahwa aku adalah ryuugakusei (Pelajar dari luar negri), dan waktu aku bilang bahwa aku datang dari Indonesia, ternyata dia kenal dengan salah satu Senpai (senior) ku yang  tahun lalu belajar di Wakayama juga, ternyata Senpai dan teman-temannya sering makan di restoran itu juga toh. Aku bilang bahwa aku sangat suka masakannya, namun sayangnya tinggal beberapa hari lagi aku akan pulang ke Indonesia. Mendengar itu, tiba-tiba sang owner membuka laci di meja kasirnya lalu memberikan aku liontin berbentuk salah satu dewa agama Hindu. Katanya sebagai kenang-kenangan. Wah, aku sedikit terharu. Padahal baru ngobrol sebentar, tapi dikasih kenang-kenangan. Aku menerimanya dengan senang hati. Yah, mungkin karena kita sesama gaikokujin (orang asing) di Jepang, jadi sedikit ada perasaan senasib? Hahaha yang pasti aku tidak akan lupa pada owner dan staff restoran yang sangat ramah dan bersahabat itu. Dan yang pasti, aku tidak akan melupakan Butter Chicken with Cheese Nan yang lezat itu!!!