Senin, 01 Februari 2016

Cheese Gyuudon

Sabtu, 25 Juli 2015

Besok hari ulang tahun salah satu sahabatku, yaitu Lieny. Hari ini, aku sudah janjian dengan Chiya setelah pulang baito untuk mencari kue untuk surprise ulang tahun Lien besok. Awalnya kami ingin beli di toko kue dekat tempat baito-ku, tapi ternyata ukuran kuenya kecil dan design-nya juga biasa saja, jadinya kami mencoba mencari ke tempat lain. Kami mulai berkeliling-keliling, keluar masuk beberapa depato sambil mencari toko kue, tapi ternyata cukup sulit menemukan toko kue yang buka di hari Sabtu. Karena ga ketemu juga, akhirnya kami searching lewat internet toko-toko kue yang ada di Wakayama dan kami menemukan satu toko kue yang rating-nya cukup bagus. Jarak sampai ke toko kue itu pun sangat dekat, hanya 3 menit naik sepeda dari lokasi kami saat itu (menurut google map). Akirnya kami mencoba pergi kesana denga panduan GPS. Kami sempat salah jalan karena salah melihat arah, bukannya menuju ke arah toko kuenya, malah menjauh dari situ. Untuk sebelum semakin jauh, kami sadar dan putar arah. Tapi, begitu di tengah jalan, aku mulai curiga. Kok, arahnya sama seperti arah ke tempat baito-ku yah…. Akhirnya aku memastikan lokasinya lagi dari GPS, dan benar saja, toko kue yang kita tuju sekarang ternyata adalah toko kue yang pertama kali kita datangi tadi!!! Ya ampuuun kok kita bisa ga sadar yah. Kan jadinya buang-buang waktu dan energi… Tapi bukannya kesal, kami malah menertawakan kebodohan kami hahahaha.

Akhirnya kami searching lagi, dan kali ini kami menemukan toko kue yang rating-nya juga bagus dan design kuenya sepertinya lucu-lucu, namun yang ini lokasinya cukup jauh, sekitar 30 menit naik sepeda menurut Google Map. Akhirnya kami pergi ke sana mengikuti arah GPS, melewati jembatan, jalan menanjak, dan hampir nyasar ketika melewati jalanan yang cukup sepi karena kami tidak mengenal daerah itu. Tapi akhirnya kami sampai juga ke tempat tujuan. Ternyata pilihan kami tidak salah, design kue ulang tahun yang dijual disana memang lucu-lucu dan bisa langsung pesan jadi hari itu juga. Kami merasa usaha kami menempuh perjalanan yang cukup melelahkan itu tidak sia-sia.

gambar ilustrasi kue ulang tahun untuk Lien 
(jenis dan design kuenya sama, hanya saja waktu itu kami tidak foto yang asli)

Setelah membeli kue, kami mampir ke Sukiya, salah satu restoran Donburi yang ada di dekat situ karena perut sudah lapar. Aku memesan “Cheese Gyuudon”, nasi dengan lauk daging sapi ditabur dengan keju. Tidak hanya satu jenis keju, tapi 3 jenis keju dipadu jadi satu, dan ketika dicampur kejunya setengah meleleh karena tercampur panas dari daging sapinya. Oishikatta ~



Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Langit sudah gelap. Seharusnya Lien sedang baito sekarang. Kami harus pulang duluan sebelum Lien agar kami bisa menyembunyikan kuenya di kulkas tanpa ketahuan Lien. Aku meletakkan kue Lien di keranjang sepeda, kemudian kami jalan pulang dengan panduan GPS lagi. Nah, ternyata terjadi hal yang cukup mengejutkan saat jalan pulang. Karena sudah gelap dan lampu sepedaku agak redup, jalanan tidak terlihat jelas, dan aku tidak menyadari bahwa di depan ada selokan yang cukup lebar dan dalam dan aku hampir masuk ke selokan itu. Tapi entah kenapa aku masih sempat menghindar ke kanan secara reflek dan selamat dari selokan itu. Aku sempat syok karena semua terjadi begitu cepat, tapi aku langsung memperingati Chiya yang ada di belakang agar berhati-hati dan jangan jalan di sisi kiri. Kalau diingat-ingat lagi, seandainya 2 detik saja aku terlambat menghindar, mungkin kami tidak jadi membuat surprise ulang tahun Lien karena kuenya rusak dan aku mungkin akan berakhir di rumah sakit. Abunakatta wa ~

Percaya ga percaya, entah kenapa aku merasa seperti “dilindungi” saat itu. Yah, apapun itu aku bersyukur karena aku dan Chiya bisa pulang dengan selamat. Cerita akan berlanjut di post berikutnya… check it out!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar