Senin, 01 Februari 2016

Tanjoubi no Ogori

Minggu, 26 Juli 2015

Melanjutkan cerita di post sebelumnya, aku dan Chiya berhasil menyembunyikan kue ultah yang sudah kami beli kemarin di kulkas. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku Lien. Rencana kami hari ini yaitu pergi karaoke paginya, lalu sore hari kami akan makan di restoran tempat Lien baito untuk merayakan ulang tahun Lien yang ke-20. Tentunya Lien tidak tahu kue dan hadiah ulang tahun yang sudah kami siapkan hihihi. Maka dari itu, aku pura-pura masih ngantuk dan bilang bahwa aku akan nyusul karaoke nanti, padahal itu hanya alasan agar aku bisa bawa kue ulang tahunnya tanpa ketahuan dan merayakannya bersama di tempat karaoke. Akhirnya setelah mereka pergi, aku mulai siap-siap dan menyusul mereka sekitar satu jam kemudian. Begitu sampai aku langsung kirim message ke Chiya dan memberi kode agar dia keluar membantu menyiapkan kue di ruangan sebelahnya (kebetulan ruangan itu sedang kosong). Tapi sayangnya, ternyata bentuk kuenya sudah agak berantakan dan agak meleleh, mungkin karena cuaca panas dan guncangan di sepeda. Yah tapi apa boleh buat, akhirnya setelah lilin sudah kami nyalakan, step berikutnya adalah kami sudah mengatur agar Chiya balik dulu ke ruang karaoke, memesan lagu Happy Birthday, lalu ketika lagunya mulai aku akan masuk dengan kuenya, dan SURPRISE!! Happy birthday to you… Happy birthday to you…. (begitu seharusnya)

Tapi, saat aku sudah stand by di depan pintu, Lien tiba-tiba keluar dari ruangan padahal lagunya belum mulai… dan aku sempet salah tingkah sesaat dan suasana jadi agak “krik” alias surprise-nya gagal hahaha. Akhirnya kami langsung bablas saja menyanyikan lagu Happy Birthday, tiup lilin, dan foto bersama. Yah, walaupun surprise-nya gagal dan kuenya agak ga berbentuk, tapi Lien tetap senang kok hehehe. Hatachi ni natte omedetou Lien!!


Setelah selesai karaoke, sesuai rencana kami ke Gekkujin, restoran Jepang tempat Lien baito yang kebetulan lokasinya dekat dengan tempat karaoke. Kami ditraktir Lien makan malam disana, dan salah satu menu yang dipesan Lien adalah Pizza ala Gekkujin. Salah satu alasan Lien pesan itu adalah karena dia tau sahabatnya yang satu ini gemar makanan yang mengandung keju hehehe. Arigatou Lien, oishikatta!! 


Ngomong-ngomong soal traktir, waktu aku ulang tahun, aku juga sempat mentraktir kedua sahabatku itu di restoran tempat aku baito, lalu ketika akan membayar, Tenchou (kepala restoran) heran kenapa aku yang bayar, bukan teman-temanku. Ternyata kebiasaan di Jepang bertolak belakang dengan Indonesia. Di Indonesia, biasanya kita akan mentraktir teman kita saat kita ulang tahun, tapi di Jepang, ternyata orang yang berulang tahun hanya akan menerima pemberian-pemberian dari keluarga atau kerabatnya di hari itu, dengan kata lain justru ia yang ditraktir oleh sahabatnya. Istilahnya, orang yang ulang tahun tidak mengeluarkan uang sepeserpun di hari ulang tahunnya, tinggal terima beres. Naruhodo…. Ternyata kebiasaan orang Indonesia dan orang Jepang dalam hal mentraktir saat ulang tahun itu berbeda juga yah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar