Melanjutkan cerita di post
sebelumnya, aku dan Chiya berhasil menyembunyikan kue ultah yang sudah kami
beli kemarin di kulkas. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku Lien. Rencana
kami hari ini yaitu pergi karaoke paginya, lalu sore hari kami akan makan di
restoran tempat Lien baito untuk
merayakan ulang tahun Lien yang ke-20. Tentunya Lien tidak tahu kue dan hadiah
ulang tahun yang sudah kami siapkan hihihi. Maka dari itu, aku pura-pura masih
ngantuk dan bilang bahwa aku akan nyusul karaoke nanti, padahal itu hanya
alasan agar aku bisa bawa kue ulang tahunnya tanpa ketahuan dan merayakannya
bersama di tempat karaoke. Akhirnya setelah mereka pergi, aku mulai siap-siap
dan menyusul mereka sekitar satu jam kemudian. Begitu sampai aku langsung kirim
message ke Chiya dan memberi kode agar
dia keluar membantu menyiapkan kue di ruangan sebelahnya (kebetulan ruangan itu
sedang kosong). Tapi sayangnya, ternyata bentuk kuenya sudah agak berantakan
dan agak meleleh, mungkin karena cuaca panas dan guncangan di sepeda. Yah tapi
apa boleh buat, akhirnya setelah lilin sudah kami nyalakan, step berikutnya adalah kami sudah
mengatur agar Chiya balik dulu ke ruang karaoke, memesan lagu Happy Birthday, lalu ketika lagunya
mulai aku akan masuk dengan kuenya, dan SURPRISE!!
Happy birthday to you… Happy birthday to you…. (begitu seharusnya)
Tapi, saat aku sudah stand by di depan pintu, Lien tiba-tiba
keluar dari ruangan padahal lagunya belum mulai… dan aku sempet salah tingkah
sesaat dan suasana jadi agak “krik” alias surprise-nya
gagal hahaha. Akhirnya kami langsung bablas saja menyanyikan lagu Happy Birthday, tiup lilin, dan foto
bersama. Yah, walaupun surprise-nya
gagal dan kuenya agak ga berbentuk, tapi Lien tetap senang kok hehehe. Hatachi ni natte omedetou Lien!!
Setelah selesai karaoke, sesuai
rencana kami ke Gekkujin, restoran Jepang tempat Lien baito yang kebetulan lokasinya dekat dengan tempat karaoke. Kami
ditraktir Lien makan malam disana, dan salah satu menu yang dipesan Lien adalah
Pizza ala Gekkujin. Salah satu alasan
Lien pesan itu adalah karena dia tau sahabatnya yang satu ini gemar makanan
yang mengandung keju hehehe. Arigatou Lien, oishikatta!!
Ngomong-ngomong soal
traktir, waktu aku ulang tahun, aku juga sempat mentraktir kedua sahabatku itu
di restoran tempat aku baito, lalu ketika akan membayar, Tenchou (kepala restoran) heran kenapa aku yang bayar, bukan
teman-temanku. Ternyata kebiasaan di Jepang bertolak belakang dengan Indonesia.
Di Indonesia, biasanya kita akan mentraktir teman kita saat kita ulang tahun,
tapi di Jepang, ternyata orang yang berulang tahun hanya akan menerima
pemberian-pemberian dari keluarga atau kerabatnya di hari itu, dengan kata lain
justru ia yang ditraktir oleh sahabatnya. Istilahnya, orang yang ulang tahun
tidak mengeluarkan uang sepeserpun di hari ulang tahunnya, tinggal terima
beres. Naruhodo…. Ternyata kebiasaan
orang Indonesia dan orang Jepang dalam hal mentraktir saat ulang tahun itu
berbeda juga yah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar